Anda akan mendapati bahwa antara pria dan wanita ada saling ketergantungan. Dan bukanlah saat yang tepat jika pada artikel ini akan saya bahas tentang hukum ini. Karena saya yakin dari anda semua sudah pada yakin dan meyakini bahwa hukum ini adalah benar adanya, dan tak syak lagi tidak perlu diperdebatkan.
Akan tetapi ada satu fenomena menarik yang berangkat dari sana, dimana fenomena itu menjelaskan bahwa kaum pria sangat tergantung kepada kaum wanita, meskipun saya tidak menafikan yang terjadi sebaliknya.
Saya masih ingat seorang pejuang Prancis kenamaan abad pertengahan Napoleon Bonaparte sang penakluk puluhan daerah jajahan. Pasukannya nan gagah berani mampu memporak porandakan setiap sisi daerah yang dilaluinya. Mengingatkan para pengamat sejarah akan kedigdayaan pendekar masa silam, sang penguasa 2/3 dunia waktu itu, Aleksander The Great. Seorang penakluk juga yang di dalam Al Qur’an disebut dengan Iskandar Zulkarnain(paling tidak oleh pendapat sebagian mufasirin).
Selain kesamaan dalam hal kedigdayaannya dalam menaklukkan daerah kekuasaan, antara Napoleon Bonaparte dan Iskandar Zulkarnain ternyata mempunyai kesamaan lain juga yang cukup unik. Yakni sama-sama takluk oleh makhluk yang relatif dikatakan lemah dan remeh dibanding kekuasaan mereka yang besar. Iskandar takluk oleh seekor nyamuk malaria dan Napoleon takluk oleh seorang wanita. Kira-kira siapa yang lebih memalukan di antara dua jawara peradaban ini, tergantung subyektifitas kita masing-masing.
Masih jelas sekali terbayang dalam ingatan kita peristiwa terbongkarnya skandal presiden Adikuasa Amerika, Bill Clinton dengan mantan pegawainya sendiri Monica Lewinsky. Peristiwa selingkuhnya itu telah menjatuhkan kredibilitas Clinton sampai titik terendah di mata umat manusia Amerika, negeri paling bebas di dunia(katanya). Yang mengklaim diri dengan negara paling demokrasi itu.
Mike Tyson adalah petinju paling berbakat yang pernah dilahirkan di dunia ini (versi saya ajakah?). Kepalan tangannya mampu mengantarkannya menjadi juara dunia kelas berat termuda sepanjang sejarah hanya dengan usia 20 tahun lebih dikit. Diprediksikan tidak ada yang sanggup menggoyang kekuasaannya selama paling tidak 10 tahun ke depannya. Akan tetapi Tuhan berkehendak lain. Karirnya hancur berkeping-keping diawali oleh bertekuk lututnya dia dihadapan Desiree Whasington, seorang negro cantik ratu kecantikan. Tak ayal lagi penjara menjadi huniannya selama 3 tahun.
Adam as adalah Nabi sekaligus manusia pertama yang diciptakan Allah swt. Beliaupun mendambakan pendamping wanita. Sampai akhirnya Allah berkenan menciptakan Hawa sebagai pendampingnya.
Nabiyullah akhirul zaman adalah contoh terbaik dalam segala sisi kehidupannya. Termasuk dalam membina rumah tangga. Beliau memilih karakter wanita yang kuat untuk dijadikan istri. Karakter Khadijah yang tabah dan berhati baja menjadinya pendamping hidup yang benar-benar ideal untuk diajak bersama-sama membangun umat yang lagi sekarat pada waktu itu.
*****
Sesungguhnya antara pria dan wanita terdapat keterkaitan yang luar biasa dalam kaitannya dengan pemunculan kekuatan dalam perubahan peradaban dunia ini. Hampir bisa dapat dipastikan bahwa seorang laki-laki jika mempunyai pendamping hidup yang baik, menjaga diri dan mendukung sepenuhnya kegiatan dan cita-cita besar suaminya, maka laki-laki tersebut akan mampu mewujudkan tujuan hidupnya. Akan tetapi tidak sedikit pula laki-laki yang hancur berantakan ketika berada di puncak karir dan kejayaannnya, hanya dan hanya gara-gara wanita.
Wanita bagaikan dua ujung mata pedang. Bisa menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dan menggetarkan. Akan tetapi di sisi lainnya bisa menjadi kekuatan yang menghancurkan dan menginjak-injak laki-laki hingga berkeping-keping berantakan. Laki-laki bisa menajdi sangat tidak punya malu jika sudah terkena perangkap wanita.
Makanya sebuah solusi hebat nan agung dari Islam tentang harkat dan martabat wanita dibuat dengan begitu terperinci dan imbang. Di satu sisi ibu menjadi orang yang 3 kali lebih dihormati daripada Bapak, namun di sisi lain seorang anak wanita akan mempunyai hak waris hanya ½ hak pria. Di satu sisi surga berada di bawah telapak kaki ibu, akan tetapi hak lebih dalam berjihad (baca: qital=perang) ada dalam diri laki-laki. Di satu sisi wanita boleh memiliki harta sendiri tapi di sisi lain dia harus tunduk dan patuh sepenuhnya kepada suami selama tidak dalam mengingkari perintah Allah. Keseimbangan yang luar biasa. Tidak ada cacatnya dalam keseimbangan ini dari sudut ilmu manapun. Tidak ada dalih yang mampu menaklukkan keseimbangan ini, kecuali atas orang-orang yang telah disesatkan hatinya.
Sehingga jika bentuk tarbiyah Islam ini kepada wanita-wanita itu diterapkan, maka akan terbentuklah peradaban kemanusiaan yang memanusiakan mausia dan berkeadilan(menempatkan segalanya pada tempatnya). Satu syarat mutlak yang harus dipegang untuk menjamin tujuan ini adalah, tarbiyah hendaknya jangan hanya diucapkan tanpa penjiwaan dengan hati. Tarbiyah mutlak dijalankan dengan pemahaman baik pikir maupun perasaan hati. Jadi antara think dan sense harus jalan beriringan. Tidak akan mungkin pribadi-pribadi macam Fatimah, macam Asma’, macam Khadijah bisa begitu saja hadir sebagai sumber semangat dan kekuatan bagi suaminya tanpa pembinaan dengan korelasi yang kuat antara think dan sense. Mengingat proses terbiyah adalah didahului dari berpikir dulu baru kemudian dihayati dan dijiwai dengan hati. Tidak ada seorangpun dari para sahabat Rosul, tokoh, pemuka Islam yang masuk Islam dan begitu mencintainya tanpa dulunya didahului dengan proses berpikir. “I soul because I have thinked” saya kira adalah ungkapan yang tepat.
Jadi bagaimanakah wahai para akhwat? Sudahkah antum memikirkan akan hal ini?
Ukhti, begitulah sunnah Allah atas diri antuma semua. Antuma dijadikan seakan-akan pedang bermata dua itu adalah kebenaran, bukan kebetulan belaka. Dijadikan dalam diri antuma kekuatan yang akan melipatgandakan tenaga kaum pria menjadi berlipat-lipat. Menjadikan peradaban in maju dan berkembang, jaya dalam keadilan dan keadilan dalam kejayaan. Akan tetapi bisa juga peradaban ini roboh, berantakan, lalu hancur berkeping-keping menjadi lebih rendah dari peradaban binatang juga atas faktor kalian juga.
“Sudahkah antuma mempersiapkan diri menjadi istri yang baik nantinya? Yang akan menjaga rumah dan harta suami ketika ditinggal pergi? Yang akan menjaga dan mengurus anak dengan baik ketika ditinggalkan mencari nafkah?”
“Sudahkah antuma mempersiapkan diri dengan skill kemampuan memasak yang enak untuk suami?, keahlian mendidik anak-anak jundi-jundi dakwah masa depan, skill dalam menghormat dan menghargai suami?, skill dalam menjalankan tugas-tugas rumah tangga secara baik?”
“Sudahkah antuma menghilangkan atau paling tidak menekan keinginan keinginan kuat untuk minta kalung kepada suami, untuk minta cincin emas kepada suami, untuk dibelikan kendaraan yang bagus kepada suami, padahal antuma tahu kemampuan suami hanyalah tidak seberapa.”
Dan yang lebih penting dari itu semua : “Sudahkah antuma menyiapkan diri antuma, dengan akal dan perasaan antuma, dengan hati dan pikiran antuma, dengan nurani terdalam antuma untuk menyemangati suami tercinta pergi berangkat ke medan JIHAD, untuk menyemangati suami terjun di medan-medan perang Afgan, Checknya, Iraq, Palestine? Dengan mengharapkan ridho Allah?, mengharapkan kehidupan rumah tangga yang kekal selama-lamanya di surga-Nya kelak?” “Allah bersama antuma ukhti”
DICARI : Akhwat yang rela menikah untuk jihad. Siap ditinggalkan kemana saja untuk berjuang dan mengharap syahid dijalan-Nya. Akhwat yang mengharapkan kehidupan rumah tangga yang abadi dalam kenikmatan dan kenikmatan dalam keabadian di surga-Nya kelak. Ada yang mau daftar…….
nova said
semangat
Favian said
siippp…setuju banget….
http://faviandewanta.wordpress.com
khodeejah said
cie ileeeeh…
guayane puoool :p